My Instagram

DPC Report: Final Menggelegar Kuala Lumpur Major

Sumber: https://twitter.com/virtuspro
Pertandingan kelima di seri best of five berakhir untuk kemenangan Roman Kushnarev / Ramzes666 cs di Axiata Arena. Strategi dari sang drafter, Aleksei Berezin / Solo, terbukti tidak dapat dipadamkan dengan last pick Timbersaw untuk Yeik Nai Zheng / MidOne. Kalah di early game, BKB reveal di menit 24 dari Ramzes dan inisiasi Dragon Knight yang dijoki Vladimir Minenko / Noone berhasil menyergap MidOne, yang mencoba naik ke ancient camp radiant atas tanpa vision. Michal Jankowski / Nisha yang menggunakan Phantom Lancer merespon, mencoba menyelamatkan midlaner timnya tersebut.

Nisha yang sempat terjebak diatas mencoba kabur dengan doppelganger menuju low ground setelah misi penyelamatannya gagal total. Meski fissure block dari Yazid Jaradat / YapzOr dengan Earthshaker andalannya berhasil mencegah Ramzes dan teman-temannya turun ke low ground, tidak dapat dipungkiri kalau reflection adalah salah satu skill paling mematikan dari Terrorblade. Nisha yang tidak dapat kabur lebih cepat masih berada dalam jarak sembur Noone, dan itulah titik balik yang mengokohkan pondasi kemenangan Virtus.pro di game terakhir seri tersebut.

Paragraf satu dan dua in a nutshell | Sumber: https://www.dotabuff.com/
Menariknya, sepanjang kelima pertandingan, selalu ada hero dengan posisi menarik dari kedua tim. Seri dibuka dengan pick Shadow Shaman untuk MidOne dan Brewmaster untuk Ramzes. Jangankan mid, Shadow Shaman adalah hero yang sangat jarang untuk dimainkan di posisi lebih dari 4.
Brewmaster pun sudah mulai tergusur dari posisi offlane sejak Clement Ivanov / Puppey senang menggunakannya sebagai hard support.

Game pertama dimenangkan VP, meski Shadow Shaman di awal cukup merepotkan mereka. Game kedua dikuasai oleh rotasi YapzOr dengan Weavernya, yang berhasil menghancurkan ketiga lane VP, cukup untuk memberikan ruang hingga Arc Warden dan Broodmother mengambil alih lampu sorot.

Buyback, buyback, buyback | Sumber: https://www.dotabuff.com/
Game ketiga, akhirnya muncul Terrorblade untuk VP, namun kepiawaian YapzOr dengan Rubick-nya, serta kontrol dari Ludwig Wahlberg / zai dengan Monkey King-nya masih dapat membungkan Ramzes. Draft VP menjadikan Axe sebagai hard support gagal total. Skor 2-1 untuk Team Secret. Percaya diri dengan kemampuan mereka menghentikan Terrorblade, sekali lagi mereka melepas Terrorblade untuk Ramzes.

Kali ini Team Secret mempersenjatai draft mereka dengan Morphling yang dipegang Nisha untuk mengatasi Terrorblade. Sayangnya permainan Secret tidak cukup baik untuk menghalau daya gedor dari offlane Shadow Shaman yang kali ini dipegang oleh Pavel Kvhastunov / 9pasha. Keadaan berbalik dan kedua tim harus menyelesaikan pertarungan di game kelima.

Sumber: https://liquipedia.net/
Kuala Lumpur Major yang telah berlangsung sejak 9 November lalu melahirkan banyak cerita. Tentunya yang menyisakan luka di hati penulis adalah perjalanan Tigers, yang mesti terhenti di ronde pertama lower bracket di tangan Ravindu Kodippili / Ritsu dkk. Iterasi Ninjas in Pyjamas kali ini yang dimotori Peter Dager / ppd termasuk yang paling disorot, karena diwarnai penolakan visa Israel milik Neta Saphira / 33 di Malaysia, yang akhirnya digantikan oleh bintang Team Liquid, yang belum berlaga di ajang DPC musim ini, Ivan Ivanov / MinD_ContRoL.

Kedua tim yang berlaga di grand final merupakan dua tim paling favorit, apalagi Team Secret yang baru saja menjuarai ESL One Hamburg 2018 akhir Oktober lalu. MidOne pun bermain di tanah kelahirannya sendiri, membangkitkan animo penonton di seluruh sudut Axiata Arena. Sebelum menginjakkan kaki di grand final dari lower bracket, VP telah sebelumnya kalah dari Secret. Balas dendam VP langsung terlampiaskan.

Berikut adalah klasemen DPC sementara dari 12 tim teratas setelah Kuala Lumpur Major. Saat ini Tigers ada tepat di urutan ke-13. Menurut kalian apakah bakal ada perwakilan Indonesia di The International 2019?

Tigers PepeHands | Sumber: http://www.dota2.com/


Tidak ada komentar