My Instagram

DPC Report: Inilah 15 Tim yang Akan Bertanding di Major Kedua Musim Ini

Sumber: Liquipedia
Gelaran Major kedua di Dota Pro Circuit musim 2018-2019 telah melewati fase kualifikasi regional. Kelima belas tim yang mewakili enam wilayah dari seluruh dunia telah dipanggil untuk memperebutkan total hadiah senilai $1,000,000 USD dan 15,000 poin DPC, yang dapat mengantarkan mereka menuju kancah tertinggi perhelatan Dota 2 di dunia, The International 2019.

Masih tersisa satu kursi lagi bagi pemenang Bucharest Minor, yang saat ini sedang melangsungkan fase kualifikasi. Bucharest Minor sendiri nantinya akan digelar seminggu sebelum Chongqing Major di Bucharest, Hungaria. Sebelum kita bahas kesana, baiknya kita bahas dulu kelima belas tim yang sudah pasti akan terbang ke Republik Rakyat Tiongkok.

Sumber: Liquipedia
Wilayah Eropa yang kini sangat dipadati talenta-talenta Dota 2 di skena profesional mereka kembali memberikan kejutan. Dengan kembali aktifnya Team Liquid, Peter Dager / ppd cs mesti merelakan slot kualifikasi Ninjas in Pyjamas yang lolos Kuala Lumpur Major November silam. Namun OG yang juga baru kembali aktif, mesti kehilangan Anathan Pham / Ana yang sedang beristirahat dari Dota 2 profesional serta slot kualifikasi mereka setelah Alliance menunjukkan bahwa kehadiran mereka di Kuala Lumpur Major bukanlah keberuntungan belaka.

Lain halnya dengan Amerika Utara, dimana ketiga tim yang lolos kualifikasi Kuala Lumpur Major kembali hadir di Chongqing Major. Tidak berhenti disitu, tetap ada warna menarik di skena Amerika Utara, dimana EternaLEnVy / Jacky Mao berhasil mengalahkan mantan timnya, compLexity Gaming / coL, tidak satu, namun dua kali! EE yang baru saja keluar dari coL bersama Sneyking / Jingjun Wu, kini berkongsi dengan Fear / Clinton Loomis, yang juga menjadi stand-in bagi coL di kualifikasi Kuala Lumpur Major. Jika di coL EE bertugas sebagai support bagi Fear yang menjadi carry, kini mereka bertukar peran. Sayangnya kolaborasi ini masih belum bisa menundukkan kekuatan trinitas Evil Geniuses - Forward Gaming - J.Storm.

Sumber: DOTABUFF
Sama halnya dengan Amerika Utara, kualifikasi dari zona Republik Rakyat Tiongkok yang akan menjadi tuan rumah pun tidak membuahkan hasil yang berbeda dari Kuala Lumpur Major. Hanya saja kali ini Newbee, runner up The International 2017, tidak hanya gagal lolos ke closed qualifiers, namun mesti kalah di game pertama mereka di open qualifiers! Perjalanan mereka kembali dimulai di open qualifiers kedua, setelah mengalahkan Team Serenity, sayangnya mereka kembali digagalkan tim yang relatif tanpa nama, ForTheDream, di laga penentuan.

Kalau di skena CIS, tentunya sudah ada rumus VP + 1. Seperti biasa, Na`Vi gagal lolos, dan tim kedua yang lolos ke Kuala Lumpur Major, Gambit, kini digantikan NoPangolier, tim yang dimotori dua mantan pemain Odium, Ghostik / Andrey Kadyk dan CemaTheSlayer / Semion Krivulya. Poin yang sangat menarik di CIS, VP tidak lolos sebagai juara pertama dari closed qualifiers, namun kedua! Sepertinya permainan NoPangolier layak ditunggu.

Sumber: DOTABUFF
Kenapa Amerika Selatan dibahas agak belakangan? Kontroversi! Kali ini kualifikasi Amerika Selatan diwarnai diskualifikasi Pain X, atau yang setelah dilepas oleh organisasinya kini bernama test 123 (iseng banget ya?). Mungkin kalian sudah pada tahu, Pain X diisi banyak talenta dari Amerika Serikat, yakni Ritsu / Ravindu Kodippili, CCnC / Quinn Callahan, dan FLee / Francis Lee. Setelah berubah menjadi test 123, Ritsu cs merekrut Kitrak / Kartik Rathi menggantikan 4dr / Adriano de Paula Machado.

Hal ini sepertinya tidak ditanggapi secara serius sebelumnya oleh Valve, tindakan yang diambil Valve rasanya terlambat, yaitu setelah test 123 menjuarai closed qualifiers Chongqing Major. Seandainya test 123 tidak didiskualifikasi, Pain Gaming akan kembali bermain di Major bersama mereka, namun kali ini, Pain Gaming ditemani tim asal Peru, Thunder Predator. Siapa mereka, penulis juga hanya tahu nama Atun / Juan Ochoa dan Matthew / Farith Puente yang mantan pemain Infamous.

Save the best for last. Meskipun hasilnya tidak diluar dugaan, yaitu Fnatic dan TNC Predator, Tigers yang kini diundang ke closed qualifiers, harus merelakan kekalahan mereka di tangan mantan tim k`wonderkid / Muhammad Rizky Anugrah, BOOM.ID, yang melewati open qualifiers pertama dengan mulus. Pertandingan berjalan cukup sengit dimana kedua tim berada pada level yang seimbang, sehingga pemenang perlu ditentukan di game ketiga. Sayangnya, perjalanan BOOM.ID harus berakhir antiklimaks di tangan Mineski, setelah sebelumnya kalah telak di hadapan TNC.

Sumber: DOTABUFF
Penasaran kira-kira siapa aja yang bakal bertanding di Bucharest Minor untuk memperebutkan satu kursi lagi menuju Major? Tunggu artikel berikutnya ya! Setelah kualifikasi beres, tentunya.

Tidak ada komentar