Menangkan BPS Lisbon, Astralis Akhiri 2018 Dengan Dominasi

BPS Lisbon 2018 - Sumber : HLTV

"Lagi-lagi mereka menang"
Mungkin begitulah pikiran orang-orang, tak terkecuali tim pro lain saat melihat Astralis lagi-lagi memenangkan turnamen CS:GO lain pada tahun ini, yaitu Blast Pro Series Lisbon 2018 yang juga merupakan turnamen terakhir tahun ini.

Pada 9 map yang mereka mainkan di turnamen tersebut, mereka memenangkan 8 map sekaligus meraih skor sempurna di Group Play dan hanya menyerahkan 1 map, yaitu map pertama dari BO3 di Grand-Final, Overpass (7-16) kepada Natus Vincere. Namun, Astralis berhasil menundukkan Na'Vi di kedua map berikutnya, yaitu Cache (16-9) dan Dust2 (16-4) menandakan kelanjutan dominasi mereka di akhir tahun ini.

Dominasi Gla1ve, dkk tahun ini; "Astralis Era" tak bisa disangkal. Sebab, mereka sudah memenangkan 10 turnamen tahun ini, termasuk Major, ditambah dengan memenangkan $1.000.000 dari Event yang disponsori oleh Intel, Intel Grand Slam 2018, membuat Astralis semakin kokoh sebagai top 1 dunia.

Tak berhenti disitu, sepanjang tahun 2018, mereka berhasil menegakkan sebuah 'streak' dimana mereka meraih hasil 32-0; 32 kali menang dan 0 kali kalah pada map Nuke (tercatat saat dibuatnya post ini) dan mencatat sejarah sebagai tim pertama yang berhasil mengalahkan tim lain dengan skor 16-0 di sebuah Major (Dust2, melawan MIBR)

Intel Grand Slam - Sumber : HLTV

Meskipun demikian, awal perjalanan mereka di tahun 2018 tidaklah manis. Pada awal tahun 2018, mereka tumbang di Group Stage ELEAGUE Major 2018, kemudian ditinggalkan oleh salah satu pemain mereka yaitu Kjaerbye ke tim lain, yaitu North. Membuat mereka sementara bermain tanpa pemain kelima yang pasti. Namun, beberapa minggu kemudian, mereka memastikan Magisk dari OpTic sebagai pemain kelima mereka. 

Dua bulan setelah bergabungnya Magisk, mereka memenangkan title pertama mereka di tahun 2018 yaitu Dreamhack Masters Marseille 2018. Sejak saat itu, Astralis sudah digadang-gadang akan menjadi tim yang dominan tahun ini. Tak lama kemudian, sesuai dugaan, Astralis mulai mendominasi dengan menjuarai beberapa turnamen seperti EPL S7, ECS S5, IEM Sydney 2018, dll. bahkan meraih title major kedua mereka di Faceit Major 2018.

Partisipasi Astralis - Sumber : HLTV

Meskipun mereka memiliki permainan Individual yang sangat baik, permainan itu bukan menjadi dasar dari dominasi mereka. Permainan tim dan taktik mereka sudah dapat dikatakan berada dalam 'level yang lain'. Penggunaan utillity (Grenade, Smoke, Molotov) mereka pun juga sangatlah menakjubkan; menghasilkan damage yang tinggi hanya dengan utillity semata. Membuat hampir setiap tim saat ini berbondong-bondong memikirkan cara untuk menumbangkan dan melakukan hal yang sama dengan Astralis.

Selama dominasi mereka itu sendiri, ada beberapa tim yang diduga akan 'menumbangkan' Astralis dari eranya. Beberapa diantaranya yaitu Natus Vincere (Na'Vi), FaZe Clan, Made In Brazil (MIBR) dan yang paling utama Team Liquid. Alasan dari hal tersebut karena mereka masing-masing sudah sering bertemu Astralis tahun ini, serta pernah menumbangkan Astralis baik di sebuah map ataupun sebuah match. Untuk Team Liquid sendiri, mereka sudah berkali-kali menemui Astralis serta selalu ditumbangkan olehnya di Grand-Final beberapa turnamen tahun ini.

Dengan semua tim saat ini menantang Astralis, bagaimana menurut kalian? Apakah akhir tahun juga akan menjadi akhir dari Astralis Era? ataukah mereka akan terus melanjutkan era serta memenangkan Major ketiga mereka? Kita tunggu saja tahun depan.

Post a Comment

0 Comments